Pages

RSS

8.20.2009

1 sampai 10

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Kalau ingat pada saat kita masih duduk di bangku sekolah, khususnya di bangku SD, tentunya kita seringkali mengharapkan nilai 1o dari ibu guru, bukan ?
Tidak hanya pada saat itu, sampai sekarang pun, mungkin kita seringkali kita memberikan nilai 1 sampai 10 untuk mengukur beberapa hal. Misalnya, dari angka 1 sampai 10, berapa nilai yang kamu berikan untuk apartemen Puri Indah? atau dari 1 sampai ao, bagaimana penampilan perempuan itu di
mata kamu ?

Sepuluh...sepuluh dan sepuluh. Semua orang mengharapkan nilai 10.

Beberapa hali yang lalu, seorang saudara datang berkunjung ke rumah. Ia lelaki setengah baya, orang yang santai dan tidak suka berpikiran rumit. Ia mengetahui bahwa aku rutin memberi perpuluhan ke gereja belakangan ini. Terutama setelah aku mempunyai pendapatan yang mencukupi.
Ia bertanya begini, dengan nada sinisnya, "Kamu selalu kasi perpuluhan, Yen ?"
"Jadi, misalnya ada 2 juta, kamu kasih 200 ribu ?? "
"Mendingan kasih aja ke aku."
Begitu katanya sambil tertawa mengejek.

Aku tahu ia pernah dikecewakan oleh seseorang yang juga gemar memberikan perpuluhan. Oleh karena itu, sepertinya ia sedikit mendendam.

Mengenai perpuluhan, sebenarnya aku punya pemikiran sendiri, yang terlepas dari agama.

Ada 2 jenis orang di dunia ini.
Pertama, orang yang selalu berpikiran buruk (negative thinking)
Kedua, orang yang selalu berpikiran maju (positive thinking)

Ada uang Rp 2.000.000. Dan penyisihan untuk perpuluhan sebesar Rp 200.000
Jadi, ada 2 tumpuk uang. Rp 1.800.000 dan Rp 200.000

Orang yang selalu berpikiran buruk, akan selalu melihat pada Rp 200.000. Betapa sayangnya ia akan jumlah uang tersebut. Wow! 200ribu. Bisa buat ini dan itu ... blablabla ... Sayang banget kalo dikasih ke orang lain !!!
Sebaliknya, orang yang selalu berpikiran maju, akan selalu melihat pada Rp 1.800.000. Bahwa ia masih memiliki 9/10-nya, Rp 1.800.000. bukankah itu adalah jumlah uang yang besar ??? Rp 200.000 hanyalah sepersepuluh, jumlah yang kecil dari total uang-nya.
Dibalik itu, 200ribu itu mungkin bisa menjado jumlah yang amat sangat besar bagi orang yang lagi memerlukan.

Lalu aku juga punya pemikiran lain.
Aku sangat menyukai angka 9. Karena menurutku, angka itu istimewa.
9 itu tidak sama dengan 10.
10 terdiri dari 1 dan 0.
Artinya, ada atau tidak ada sama sekali.
Hidup atau mati.
Berhasil atau gagal.
Pasti atau tidak pasti.

Sedangkan angka 9 itu adalah tunggal dan satu-satunya. Dari 1 sampai 10, 9 adalah angka yang paling tertinggi.
Oleh karena itulah, aku selalu berpikir bahwa memiliki 9 itu selalu lebih baik daripada 10.
Blogged with the Flock Browser

0 comments: