Di tengah tengah kesibukan kantor seperti ini, gue tetep tidak meninggalkan kebiasaan gue
sehari - hari, yaitu membaca semua blog - blog yang gue tahu.
Beberapa menit sebelumnya, gue sempet singgah sebenar di blog-nya Raditya Dika di
http://radityadika.com/
sehari - hari, yaitu membaca semua blog - blog yang gue tahu.
Beberapa menit sebelumnya, gue sempet singgah sebenar di blog-nya Raditya Dika di
http://radityadika.com/
Terus terang, hehe ... gue belum baca semua karya dia. Yang gue abca baru Babi Ngesot, dan
sukses dibuat tertawa terpingkal - pingkal ^.^ Tapi, gue rajin banget baca update-an blog
dia, walaupun sayang sekali gue gak pernah meningalkan comment, lantaran keburu di-close
hahaha ...
sukses dibuat tertawa terpingkal - pingkal ^.^ Tapi, gue rajin banget baca update-an blog
dia, walaupun sayang sekali gue gak pernah meningalkan comment, lantaran keburu di-close
hahaha ...
Anyway ... kembali ke topik...Yep, setelah membaca tulisan terbaru dia di http://radityadika.com/buku-proyek-alfa-
dimulai/, gue menjadi kembali memikirkan beberapa hal. Gue setuju banget kalau di saat stuck
menulis suatu naskah, mendingan pindah dulu ke naskah lain. Kejadian ini juga pernah
menerima gue beberapa kali. Kalau masih ingat, sekitar 4 tahun lalu gue pernah menulis satu
buah novel yang berjudul Pepper Flavour atau Cinta Rasa Pedes. Yang mengejutkan adalah
ternyata banyak datang sambutan positif dari berbagai pihak, mulai dari editor, keluarga,
teman - teman sampai pembaca yang secara pribadi tidak gue kenal. Gue sangat senang
tentunya. Di bawah ini adalah beberapa komentar (testimonial friendster) yang gue dapat dari
pembaca novel gue...
dimulai/, gue menjadi kembali memikirkan beberapa hal. Gue setuju banget kalau di saat stuck
menulis suatu naskah, mendingan pindah dulu ke naskah lain. Kejadian ini juga pernah
menerima gue beberapa kali. Kalau masih ingat, sekitar 4 tahun lalu gue pernah menulis satu
buah novel yang berjudul Pepper Flavour atau Cinta Rasa Pedes. Yang mengejutkan adalah
ternyata banyak datang sambutan positif dari berbagai pihak, mulai dari editor, keluarga,
teman - teman sampai pembaca yang secara pribadi tidak gue kenal. Gue sangat senang
tentunya. Di bawah ini adalah beberapa komentar (testimonial friendster) yang gue dapat dari
pembaca novel gue...
Yu♪♫ny 陈凌云08/02/2008 8:10 pm
HAi c mELiSSa~ ^^tHnX Y dH aPP.. N' tHnX gMbAr KibUM-nY~!!HehEh..BTw, cc pEngArAngnY noVeL PePPeR FLaVoUr Y??BGUs LhO cRitAnY~!!HehEh.. ^^
Lan"08/27/2008 7:24 pm
Ce..Ce" ad nerbitin n0vel laen ga slaen pepper l0ve??Judulny
apaan??
fans club10/05/2008 1:06 pm
hey mel!!! w suka loh buku lo yg cinta
rasa pedas da..yg Ru lg ga??karya lo ru tu doank yg w baca
LupH10/31/2008 2:27 pm
wah..nvel'a bgus dh..btw da bkin nvel ru ge ga?ksh tw dunk..q sk loh ma certa
pepper
flavour!!
T I A R A。05/21/2009 7:59 pm
.mellisa yg pnulis novel kunt?..kl gag salh novel'ny Pepper Flavour cinta rasa
pedes!!!..bener?.
.gag nulis novel laggi?.=)
Sebenarnya masih ada banyak lagi komentar dari pembaca novel gue, yang disampaikan secara
langsung ke gue, lewat email, blog ataupun testimonial. Setiap akhir dari pujian dan
dukungan dari mereka selalu berakhir dengan pertanyaan ...
langsung ke gue, lewat email, blog ataupun testimonial. Setiap akhir dari pujian dan
dukungan dari mereka selalu berakhir dengan pertanyaan ...
"Ada novel lainnya gak ?"
"Kapan terbitin novel lagi ?"
"Novel berikutnya tetang apa ?"
Well, pertanyaan semacam itulah yang sering gue dapatkan selama 4 tahun belakangan ini.
Setiap kali orang ebrtanya seperti itu, mungkin gue akan menjawab dnegan ringan, "Ah, lagi
males..." atau "Gak sempet nih..." Sekarang gue mengaku kalau itu BOHONG banget :P KAlau mau tahu, gue menulis Pepper Flavour di tengah Ujian Nasional SMA. Kurang repot apa coba saat itu.
Setiap kali orang ebrtanya seperti itu, mungkin gue akan menjawab dnegan ringan, "Ah, lagi
males..." atau "Gak sempet nih..." Sekarang gue mengaku kalau itu BOHONG banget :P KAlau mau tahu, gue menulis Pepper Flavour di tengah Ujian Nasional SMA. Kurang repot apa coba saat itu.
Okay, sepertinya gue berhutang penjelasan kepada semua orang.
Hmmm...begini, pasalnya bukan karena gue tidak ingin menulis novel lagi. Hohoho...tentu saja gue mau menulis lagi. Gue akan buka sedikit rahasia. -_-
Sebenarnya tak lama setelah Pepper Flavour, ada naskah yang sudah gue tulis, hampir 85%
selesai. :P kemudian...sayang sekali 15% sisanya stuck ! Menyebalkan memang, tapi heuh ...
yah maw gimana dipaksa juga enggak bisa. Stuck dan cume berhenti sampai disitu. Padahal
sudah sampai 150 halaman, ck...ck...ck... sayang banget, kan ??
selesai. :P kemudian...sayang sekali 15% sisanya stuck ! Menyebalkan memang, tapi heuh ...
yah maw gimana dipaksa juga enggak bisa. Stuck dan cume berhenti sampai disitu. Padahal
sudah sampai 150 halaman, ck...ck...ck... sayang banget, kan ??
Lalu setelah beberapa lama kemudian, gue menulis sebuah naskah lagi.
Setiap kali ide baru muncul di kepala, rasanya sangat bersemangat dan bisa membuat gue tidak tidur semalaman (ini beneran lowh), saking bersemangatnya gue memikirkan tiap detil cerita dan apa yang mau gue tulis di nashkah tersebut, serta dengan cara dan sudut pandang apa gue akan menuliskannya. Pada detik itu, gue yakin bahwa naskah itu nantinya akan menjadi Marterpiece gue.
Dan mulailah gue menulis 10 halaman... dan kembali stuck disitu ... heuh ...
Lalu, kembali lagi, otak gue yang ternyata lumayan kreatif ini, menelurkan ide baru. Proses kembali berulang, bersemangat, lalu kemudian menurun sampai stuck lagi...
Itulah yang terjadi berulang - ulang pada kasus ke-3 dan ke-4. JAdi, totalnya mungkin gue punya kurang lebih 7 naskah di rumah. 3 diantaranya selesai, dan 2 diantaranya diterbitkan,
yaitu Pepper Flavour dan Jiwa Abadi.
yaitu Pepper Flavour dan Jiwa Abadi.
Yah, payah memang...
Tapi memang begitulah kejadian yang sebenarnya. So, semoga tidak ada yang penasaran lagi
kenapa gue tidak menulis novel lagi. Haha ...
kenapa gue tidak menulis novel lagi. Haha ...


0 comments:
Poskan Komentar